Pernah kepikiran tidak, kalau cara kita menghitung uang di negara ini sudah mulai agak geser ke arah yang... unik? Dulu kita pakai hitungan standar. Ribuan, jutaan, miliaran, triliunan.
Tapi
sekarang gara-gara program Makan Bergizi Gratis alias MBG, netizen kita yang
kreatifnya kelewat batas itu menciptakan satuan mata uang baru. Lupakan Dollar,
lupakan Bitcoin. Selamat datang di era di mana harga barang diukur pakai anggaran
MB per hari.
Matematika Baru Buat Rakyat Jelata
Mulai 2026,
anggaran MBG katanya tembus Rp1,2 triliun sehari. Sehari! Itu kalau uangnya
dibelikan cilok, mungkin satu pulau Jawa bisa tenggelam dalam lautan aci. Angka
totalnya lebih ngeri lagi, sekitar Rp335 triliun setahun buat kasih makan 82,9
juta orang.
Angka
sebesar itu kalau cuma ditulis di atas kertas ya cuma angka. Tapi buat orang
kita, itu adalah tantangan untuk membandingkan segala hal di dunia ini dengan
piring nasi.
Sekarang,
kalau ada berita soal korupsi atau orang pamer kekayaan, komentar pertama yang
muncul pasti: "Wah, itu setara dengan MBG berapa hari ya?". Ini
adalah bentuk sarkasme paling elegan sekaligus menyedihkan.
Kapal Induk Amerika vs MBG
Contoh
paling gila itu kalau kita bandingkan sama alutsista Amerika. Kapal induk kelas
Gerald R. Ford, harganya kira-kira Rp220 triliun. Kedengarannya mahal sekali,
kan? Tapi kalau pakai satuan MBG, kapal secanggih itu cuma setara sama 183 hari
jatah anggaran MBG.
Amerika
butuh waktu bertahun-tahun buat bangun kapal induk paling hebat di bumi,
sementara kita bisa beli kapal itu cuma dalam waktu setengah tahun.
Film Avatar vs MBG
Terus ada
lagi pendapatan film Avatar (2022). Film meraup untungnya sampai Rp39,31
triliun. Di mata dunia, itu pencapaian luar biasa. Di mata netizen Indonesia?
Ah, itu cuma recehan yang bisa dipenuhi dengan 42 hari MBG.
Sutradara
James Cameron butuh waktu sepuluh tahun lebih buat bikin film itu sampai
lumutan. Begitu uangnya terkumpul, di sini cuma cukup buat membiayai MBG selama
sebulan lebih sedikit.
Fungsi Baru MBG
Fenomena
ini sebenarnya cara orang kita menertawakan keadaan. Kita tahu uang itu banyak,
tapi karena jumlahnya tidak masuk akal di otak orang yang saldo ATM-nya sisa
lima puluh ribu, akhirnya kita pakai perbandingan yang lucu. Ini cara kita buat
tetap waras di tengah gempuran angka triliun yang nolnya saja banyak yang tidak
tahu ada berapa.
Mungkin
nanti di aplikasi belanja online, pilihannya bukan cuma bayar pakai transfer
bank atau dompet digital. Mungkin ada pilihan "Bayar pakai 0,0000001 hari
MBG".
Kalau ini
terus berlanjut, saya tidak kaget kalau nanti di sekolah-sekolah, pelajaran
matematika bakal berubah. Guru tidak lagi tanya "Berapa satu tambah
satu?", tapi tanyanya "Kalau kamu punya uang sebanyak harga satu unit
jet tempur, berapa hari kamu bisa kasih makan teman sekelasmu pakai standar
MBG?".
Ini adalah
evolusi cara berpikir yang sangat membumi. Kita tidak butuh teori ekonomi yang rumit
buat paham seberapa besar uang negara. Cukup kasih tahu berapa hari MBG, dan
semua orang langsung paham betapa besarnya angka itu. (*)



