Rabu kemarin (7/1/2026), saya dan Tuan Putri bersiap-siap menikmati
dunia Pandora yang megah lewat film Avatar: Fire and Ash. Tiket IMAX di Gandaria City untuk jadwal penayangan
pukul 12:30, sudah di-booking sejak sehari sebelumnya.
Kami berdua pun datang dengan ekspektasi tinggi. Kami bahkan sengaja
mengosongkan jadwal hari itu agar bisa fokus total menikmati film
berdurasi 3
jam 17 menit ini.
Namun realita di lapangan ternyata memberikan skenario berbeda. Seumur-umur nonton bioskop, baru kali ini penayangannya dibatalkan karena kendala teknis.
Drama Menunggu Pintu Terbuka
Jam sudah
menunjukkan pukul 12:39. Biasanya, jika waktunya tiba pintu teater sudah terbuka lebar.
Petugas sudah berdiri
siap menyobek tiket, dan penonton sudah mulai berbondong-bondong masuk.
Namun kali ini suasananya berbeda. Belum ada panggilan sama sekali
untuk masuk ke studio IMAX. Kami mulai saling pandang dengan
tatapan curiga. Dalam hati sempat terlintas pikiran, “Apa iya
XXI juga bisa delay kayak Lion Air?” Tapi kami mencoba berpikir positif, mungkin mereka sedang
bersih-bersih ekstra.
Kekhawatiran itu akhirnya terjawab. Tepat pukul 12:50, seorang petugas akhirnya muncul dengan ekspresi wajah yang membawa kabar kurang menyenangkan. Benar saja, ada kendala teknis. Alhasil penayangan Avatar sesi hari itu dibatalkan.
Kekecewaan yang Sudah Terlanjur Beli Camilan
Kecewa sudah pasti. Rencana mau
menikmati tontonan box office jadi berantakan. Belum lagi sudah keluar biaya
transportasi, parkir, dan yang paling penting, jajan.
Saya melihat ada kekecewaan dari calon
penonton yang sudah terlanjur membeli jajanan di XXI.
Kita semua tahu, harga kombo popcorn dan minuman di sana tidak murah. Mereka rela beli demi pengalaman menonton yang paripurna.
Mereka yang sudah terlanjur membeli nachos dengan keju melimpah atau minuman soda ukuran jumbo hanya bisa pasrah. Jajanan itu tidak mungkin dikembalikan ke konter dengan alasan "Mbak, filmnya batal, saya mau uang saya kembali." Itu adalah kerugian riil yang harus ditelan mentah-mentah oleh para calon penonton yang gagal terhibur.
Tiket di-Refund
Pihak
bioskop berusaha bertanggungjawab dengan janji refund. Mekanismenya, dana akan
dikembalikan ke saldo
Mtix dalam waktu maksimal 3x24 jam.
Satu per satu kami kembali antre di tempat pembelian
tiket, dimana petugasnya mencatat nomor telepon kami dan meminta tiket sebagai
bukti.
Dan tanggungjawab itu pun dipenuhi pihak XXI. Keesokan harinya, uang pembelian per tiket sejumlah Rp55.000 plus Rp4.000 untuk biaya admin, dikembalikan secara penuh ke saldo Mtix tanpa ada potongan. Great job XXI!
Apakah Memang Filmnya yang Bermasalah?
Ternyata drama teknis penayangan Avatar: Fire and Ash ini bukan kejadian tunggal. Ada laporan serupa di lokasi lain, di mana filmnya berhenti mendadak di tengah jalan saat sedang seru-serunya.
Di luar negeri pun sama. Seperti yang dirangkum dari
cinemablend.com, saat screening efek 3D-nya tidak berjalan sehingga
penayangannya harus distop sementara untuk perbaikan.
Setidaknya
kami belum sempat duduk dan menaruh harapan terlalu tinggi di dalam studio.
Hari itu seharusnya menjadi hari apresiasi sinematik yang memukau, malah berubah
menjadi uji kesabaran.
Mungkin
semesta ingin bilang kalau proyektor-proyektor canggih itu lelah bekerja keras.
Saldo Mtix sudah kembali, tapi kenangan memegang popcorn tanpa film yang menyertainya
akan membekas cukup lama sebagai sebuah ironi. (*)

