“Saya benar-benar nggak paham bagaimana iklan bisa mempengaruhi saya. Kamu pikir memotong video yang sedang saya tonton dengan iklanmu bakal bikin saya suka dengan produkmu?”
Masuk akal. Iklan yang tiba-tiba muncul di tengah video memang belum tentu bikin orang langsung suka produknya.
Iklan memang tidak selalu bekerja dengan cara seperti itu.
Iklan Tidak Harus Bikin Kamu Suka
Psikolog sudah lama mempelajari efek re-exposure. Semakin sering seseorang melihat sesuatu, semakin familiar hal tersebut terasa. Dan sesuatu yang familiar cenderung terasa lebih aman dan lebih bisa diterima, bahkan ketika kita tidak sadar sedang memperhatikannya.Itulah salah satu alasan perusahaan terus menampilkan merek yang sama berulang kali.
Mereka tidak selalu berharap kamu melihat iklan lalu berpikir, “Wah, iklannya bagus, beli ahh”
Mereka ingin kamu mengingat mereknya ketika suatu hari membutuhkan produk tersebut.
Yang Dicari Pengiklan Adalah Memori
Misalnya enam bulan dari sekarang kamu mau membeli sepatu lari. Kamu mungkin sudah lupa iklan sepatu yang muncul hari ini. Bahkan mungkin kamu sama sekali tidak merasa pernah melihatnya.
Tapi ketika mulai browsing sepatu lari, nama merek tertentu bisa muncul lebih dulu di kepala karena sebelumnya sudah sering kamu lihat.
Di situlah iklan menjadi menarik. Iklan bisa memengaruhi ingatan tanpa harus membuat kamu sadar bahwa kamu sedang dipengaruhi.
Tapi ketika mulai browsing sepatu lari, nama merek tertentu bisa muncul lebih dulu di kepala karena sebelumnya sudah sering kamu lihat.
Di situlah iklan menjadi menarik. Iklan bisa memengaruhi ingatan tanpa harus membuat kamu sadar bahwa kamu sedang dipengaruhi.
Kenapa Merek Terus Muncul di Mana-Mana
Ada alasan lain kenapa kamu kadang merasa sebuah produk muncul di mana-mana.
Kamu mencari sepatu di sebuah toko online. Beberapa jam kemudian, sepatu yang sama muncul di Instagram. Kamu membuka sebuah situs, lalu beberapa hari berikutnya iklan dari perusahaan yang sama terus mengikuti.
Salah satunya bisa terjadi karena retargeting, yaitu iklan yang ditampilkan berdasarkan aktivitas yang sebelumnya kamu lakukan. Platform juga bisa menggunakan aktivitas dan minatmu untuk memperkirakan produk apa yang mungkin kamu beli.
Pengiklan bahkan bisa mengatur seberapa sering sebuah iklan muncul supaya kamu tidak terus-menerus disuguhi iklan yang sama.
Kamu mencari sepatu di sebuah toko online. Beberapa jam kemudian, sepatu yang sama muncul di Instagram. Kamu membuka sebuah situs, lalu beberapa hari berikutnya iklan dari perusahaan yang sama terus mengikuti.
Salah satunya bisa terjadi karena retargeting, yaitu iklan yang ditampilkan berdasarkan aktivitas yang sebelumnya kamu lakukan. Platform juga bisa menggunakan aktivitas dan minatmu untuk memperkirakan produk apa yang mungkin kamu beli.
Pengiklan bahkan bisa mengatur seberapa sering sebuah iklan muncul supaya kamu tidak terus-menerus disuguhi iklan yang sama.
Iklan Bisa Bekerja Tanpa Disadari
Tentu saja, bukan berarti semua iklan berhasil memengaruhi semua orang.Ada iklan yang menyebalkan. Ada yang sama sekali tidak relevan. Ada juga iklan yang malah membuat orang membenci mereknya karena muncul tepat ketika mereka sedang menikmati video.
Jadi ketika kamu merasa iklan tidak pernah mempan terhadapmu, mungkin kamu memang tidak pernah melihat iklan lalu langsung membeli produknya.
Tetapi kalau beberapa bulan kemudian kamu membutuhkan sesuatu dan satu nama merek tiba-tiba terasa familiar, di situlah iklan mungkin sudah melakukan sebagian pekerjaannya.
