Ceritanya saya lagi asyik scrolling Instagram, lalu ketemu satu unggahan yang ramai banget di kolom komentar. Banyak orang ngetag satu nama akun yang sama yakni @moapies. Lucunya, nggak ada satu pun yang benar-benar tahu akun itu sebenarnya nge-post apa.
Hal yang paling aneh adalah jumlah posting di profilnya. Akun itu tercatat punya sekitar 28,7 juta postingan. Padahal akun tersebut baru dibuat sekitar bulan Maret 2019.
Reaksi pertama saya cuma satu: ini beneran atau ngaco? Masuk akal nggak sih ada akun yang bisa upload puluhan juta kali cuma dalam waktu beberapa tahun?
Hitungan Matematika Sederhananya
Dari Maret 2019 sampai pertengahan 2026, itu artinya sudah jalan sekitar 7 tahun lebih beberapa bulan. Kita bulatkan saja jadi sekitar 89 bulan, atau sekitar 2.700 hari.
Kalau total posting-nya kita bulatkan menjadi 28.700.000 (saat tulisan ini dibuat angka sebenarnya adalah 28.728.454), berarti kita tinggal bagi angka itu dengan jumlah hari:
- 28.700.000 postingan / 2.700 hari = sekitar 10.629 postingan per hari.
- 10.629 postingan / 24 jam = sekitar 442 postingan per jam.
- 442 postingan / 60 menit = sekitar 7 postingan setiap satu menit.
Secara logika, jelas nggak mungkin ada manusia yang sanggup mengetuk layar ponsel secepat itu terus-menerus tanpa tidur, tanpa makan, dan tanpa berhenti sejenak pun.
Kemungkinan Otomatisasi Pakai Bot
Kalau manusia jelas nggak bisa, “tersangka” berikutnya adalah pakai bot atau program otomatisasi. Komputer bisa saja diprogram untuk mengirim permintaan upload ke server Instagram secara berkala.Tapi di sini masalah barunya muncul: sistem keamanan Instagram.
Instagram punya batasan ketat soal rate limit atau jumlah aksi yang bisa dilakukan sebuah akun dalam jangka waktu tertentu.
Kalau sebuah akun mengirim terlalu banyak permintaan upload dalam kurun waktu satu jam, apalagi ratusan postingan per jam, sistem pendeteksi spam Instagram biasanya langsung memblokir akun tersebut secara otomatis.
Supaya script bot bisa lolos dari proteksi ini, pemilik akun harus menggunakan jalur akses khusus atau mengeksploitasi celah API (Application Programming Interface) tertentu yang belum ditutup oleh tim pengembang Instagram.
Teori yang Beredar Soal Fitur Archive
Ada juga dugaan lain dari beberapa orang yang mencoba mengamati fenomena ini. Mereka bilang akun ini sebenarnya memanfaatkan fitur archive atau arsip postingan.Skenarionya begini: bot mengunggah ribuan foto atau video, lalu dalam hitungan detik langsung menyembunyikan postingan tersebut ke folder arsip. Setelah diarsip, bot akan mengunggah konten baru lagi.
Sistem Instagram tetap menghitung jumlah total post yang pernah dibuat oleh akun tersebut, meskipun ketika kita membuka profilnya, halamannya terlihat kosong atau cuma berisi sedikit foto yang ditayangkan secara publik.
Tujuan dari trik ini biasanya sederhana: membuat statistik angka di profil kelihatan janggal demi memancing perhatian audiens.
Teori Glitch Pada Database Instagram
Selain teori bot dan fitur arsip, ada kemungkinan teknis yang sifatnya murni dari internal platform itu sendiri, yaitu kesalahan sistem pencatatan database.Sistem besar seperti Instagram mengelola miliaran data pengguna menggunakan struktur basis data yang terdistribusi di banyak server. Kadang-kadang, ketika terjadi kegagalan sinksronisasi data antara server utama dan server pencatat statistik profil, angka penghitung pada suatu akun bisa mengalami error.
Bisa saja jumlah postingan aslinya cuma puluhan atau ratusan, tapi nilai angka di tabel database profil tersebut mengalami kerusakkan sehingga menampilkan angka puluhan juta secara acak. Kasus error indikator angka seperti ini sudah beberapa kali terjadi pada platform media sosial lain di masa lalu.
Eksperimen Sosial dan Proyek Viral
Teori terakhir yang nggak kalah ramai dibahas adalah sengaja dibuatnya akun ini sebagai proyek eksperimen sosial.Seseorang yang mengerti celah teknis Instagram sengaja membuat akun dengan tampilan janggal seperti ini untuk melihat seberapa cepat informasi menyebar lewat omongan orang di kolom komentar.
Semakin banyak orang bingung, penasaran dan saling menanyakan isi akun tersebut, semakin banyak pula orang yang melakukan pencarian nama akun itu di pencarian Instagram.
Rasa penasaran manusia adalah bahan bakar paling efektif untuk membuat sesuatu jadi viral tanpa perlu mengeluarkan uang untuk promosi.
Sampai detik ini, saya sendiri belum bisa memastikan mana teori yang paling benar di antara semuanya.
Akun tersebut diset ke mode private, dan request follow saya sampai sekarang statusnya masih belum diterima oleh pemiliknya.
Selama pintu masuk ke profil itu masih dikunci rapat, kita cuma bisa melihat angka 28,7 juta itu dari luar halaman profil sambil menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Tags:
Algoritma Instagram
Bot Instagram
Fenomena Media Sosial
Glitch Instagram
Instagram Viral
Misteri Akun IG
