Banyak orang kenal merek Samsung cuma dari produk ponsel, TV, atau barang elektronik rumah tangga lainnya. Ini wajar karena barang-barang itu dijual langsung ke konsumen dan sering kelihatan di toko atau iklan.
Tapi kalau dibongkar seluruh strukturnya, bisnis-bisnis itu tadi cuma sebagian kecil dari operasional mereka. Samsung punya banyak anak perusahaan yang bergerak di beragam industri, dari mulai bikin chip komputer sampai bangun kilang minyak.
Produksi Komponen Buat Pesaingnya
Di dalam Samsung Electronics, ada divisi semikonduktor dan divisi layar yang jalannya terpisah dari divisi ponsel. Divisi komponen ini fokusnya murni ke volume produksi dan efisiensi pabrik. Makanya mereka nggak ragu menjual komponen ke perusahaan lain yang sebenarnya saingan berat mereka di pasar ponsel.Samsung memproduksi prosesor dan chip memori buat banyak merek ponsel lain. Hal yang sama terjadi di bisnis layar lewat Samsung Display. Apple memakai layar OLED buatan Samsung untuk jajaran iPhone mereka.
Apple beli dari Samsung bukan karena nggak ada pilihan lain, tapi karena kapasitas produksi dan konsistensi pabrik Samsung memang susah ditandingi manufaktur mana pun.
Buat Samsung sendiri, transaksi ini menguntungkan. Tiap kali iPhone laku di pasaran, divisi komponen Samsung tetap dapat uang dari layar yang terpasang di ponsel itu.
Masuk ke Rantai Pasok Kendaraan Listrik
Lewat anak perusahaan bernama Samsung SDI, mereka memproduksi sel baterai lithium-ion. Baterai ini dibuat khusus buat memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik (EV).Mereka menyuplai paket baterai ini ke beberapa produsen otomotif global. Bisnis ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan bisnis ponsel, melainkan fokus pada kimia material dan penyimpanan energi skala besar.
Bikin Vaksin
Di bidang kesehatan, Samsung punya unit bernama Samsung Biologics. Perusahaan ini nggak merancang obat sendiri dari awal, tapi kerja sebagai produsen kontrak buat perusahaan farmasi global.Waktu pandemi COVID-19, Samsung Biologics dapat kontrak buat memproduksi vaksin mRNA milik Moderna secara massal.
Proses bikin vaksin butuh fasilitas pabrik yang sangat steril, kontrol suhu yang presisi, dan standar kebersihan tinggi. Samsung memakai pengalaman mereka waktu membangun pabrik chip semikonduktor yang steril untuk diterapkan ke pabrik pembuatan produk biologis ini.
Bangun Gedung dan Pabrik Minyak
Di sektor konstruksi, ada Samsung C&T. Divisi ini bekerja sebagai kontraktor proyek bangunan dan infrastruktur skala besar di berbagai negara.Salah satu proyek yang mereka kerjakan adalah pembangunan Burj Khalifa di Dubai, gedung tertinggi di dunia saat ini. Mereka juga terlibat dalam proyek pembuatan Petronas Twin Towers di Malaysia.
Selain gedung pencakar langit, grup ini punya Samsung Engineering. Unit ini khusus mengurus rekayasa teknik dan pembuatan fasilitas industri berat. Mereka merancang dan membangun pabrik penyulingan minyak bumi, fasilitas pengolahan gas alam, dan kompleks petrokimia di Timur Tengah, Asia, dan Amerika.
Galangan Kapal
Samsung Heavy Industries adalah salah satu pemain utama di industri pembuatan kapal dunia. Galangan kapal mereka di Geoje, Korea Selatan, punya area yang sangat luas buat merakit kapal-kapal ukuran raksasa.Mereka bikin kapal tanker minyak, kapal pengangkut gas alam cair (LNG), kapal kontainer, sampai fasilitas pengeboran minyak lepas pantai. Bisnis ini membutuhkan modal besar, penguasaan teknik perkapalan, dan pemrosesan baja skala tinggi.
Agensi Iklan dan Taman Hiburan
Untuk urusan pemasaran, Samsung awalnya membentuk agensi iklan internal bernama Cheil Worldwide. Tujuan awalnya cuma buat mengurus promosi produk-produk Samsung sendiri.Seiring waktu, Cheil berkembang jadi agensi periklanan global yang juga mengambil klien dari perusahaan luar. Mereka mengurus strategi iklan TV, kampanye digital, dan pemasaran di banyak negara.
Di Korea Selatan, Samsung juga mengoperasikan Everland Resort. Ini adalah kompleks taman hiburan terbesar di negara itu, yang isinya wahana permainan, kebun binatang, dan waterpark. Bisnis ini dikelola di bawah unit bisnis jasa dan properti mereka.
Alasan Struktur Bisnis Ini Bisa Ada
Model bisnis yang punya banyak lini bisnis tidak berhubungan seperti ini disebut chaebol di Korea Selatan. Perusahaan-perusahaan jenis ini tumbuh besar sejak era 1960-an karena dapat dukungan kebijakan industri dari pemerintah lokal pada masa itu.Samsung awalnya cuma toko perdagangan bahan makanan dan mie pada tahun 1938, sebelum akhirnya masuk ke tekstil, asuransi, lalu ke industri berat dan elektronik.
Tujuan utama dari diversifikasi yang lebar ini adalah membagi risiko bisnis. Saat pasar elektronik konsumen sedang turun atau lesu, pendapatan dari proyek konstruksi, pembuatan kapal, atau kontrak manufaktur obat bisa menutup kekurangan kas perusahaan.
Sebaliknya, kalau pasar properti dan infrastruktur sedang melambat, divisi semikonduktor atau layar bisa menyumbang keuntungan paling besar.
Struktur ini juga bikin operasional internal mereka efisien karena bisa memakai jasa antar anak perusahaan.
Kalau divisi elektronik mau bikin pabrik chip baru, proyek konstruksinya akan dikerjakan oleh Samsung C&T. Nanti kampanye pemasaran produknya ditangani oleh Cheil Worldwide.
Cara kerja seperti ini membuat perputaran uang dan keuntungan tetap berada di dalam ekosistem grup mereka sendiri sebelum akhirnya keluar ke pihak luar.


