Mencari Lagu "Happy Day": Kisah Pencarian 15 Tahun

blink - happy day

Jaman sekarang, gampang banget buat mencari sesuatu di internet. Mau cari lirik lagu, resep makanan, sampai tips buat ngurusin tanaman kaktus pun ada.

 

Tapi saya punya cerita yang beda. Ada satu lagu yang saya cari-cari belasan tahun, lho! Lagu ini bukan lagu yang hits di radio atau viral. Judulnya "Happy Day", dari sebuah band Irlandia bernama Blink. Bukan Blink-182 ya, nanti saya ceritakan kenapa.

 

Perjuangan Mencari MP3-nya

 

Dulu, waktu saya masih SMP, pertama kali dengerin lagu ini. Entah kenapa langsung nyantol di hati. Lagunya sederhana banget, cuma pakai dua chord. Tiap dengerin, rasanya seneng, ceria, dan adem. Persis kayak judulnya, "Happy Day".

 

Sayangnya, jaman itu internet belum secanggih sekarang. Mau cari MP3-nya susah banget. Saya cuma bisa mengandalkan ingatan, mengingat nada dan liriknya yang sepotong-sepotong. Penasaran banget, deh.

 

Tahun-tahun berlalu, lagu "Happy Day" ini jadi semacam legenda pribadi buat saya. Lagu yang cuma ada di ingatan. Saya sudah coba segala cara.

 

Mencari di situs-situs download ilegal jaman dulu, nanya di MIRC (inget MIRC?), sampai cari di forum-forum musik indie. Hasilnya sama aja: nol besar.

 

Sejarah Blink

 

Pernah satu waktu, saya iseng-iseng googling. Dari situ, saya baru tahu tentang perseteruan nama antara Blink yang asli dari Irlandia dengan Blink-182. 


Blink dari Irlandia ini beranggotakan Dermot Lambert (guitar, vocals), Robbie Sexton (keyboards), Brian McLoughlin (bass), Barry Campbell (drums). 

 

Ternyata, dulu Mark, Tom, Scott (formasi awal Blink-182) pakai nama Blink aja. Terus, Blink yang dari Irlandia ini protes karena mereka sudah pakai nama itu duluan.

 

Akhirnya, Blink yang dari Amerika nambahin angka "182" di belakangnya. Nah, Blink-182 ini yang akhirnya jadi lebih terkenal.

 

Band yang bikin saya jatuh hati sama "Happy Day" ini malah jadi kurang dikenal. Miris ya? Tapi, kisah ini justru bikin saya makin semangat nyarinya. Saya harus nemuin "Happy Day"!

 

Bertemu Larissa

 

Perjalanan saya mencari lagu ini akhirnya berakhir manis. Setelah bertahun-tahun, saya nemu sebuah blog bernama condemnedtorocknroll.blogspot.com. Tampilannya jadul banget, isinya cuma review-review album lawas.

 

Saya coba telusuri, dan akhirnya nemu sebuah postingan tentang "Happy Day"! Si pemilik blog yang namanya Larissa, baik hati banget memberikan link buat download lagunya.

 

Akhirnya setelah belasan tahun, saya bisa dengar lagu itu lagi. Rasanya campur aduk. Senang, haru, lega. Semuanya persis seperti yang saya ingat.


Cerita Lagunya

 

Lagu ini menceritakan tentang momen-momen kecil yang bikin kita senang. "Carrot cake in the afternoon, And the sun in gleaming through the cream on the spoon". Liriknya bikin saya membayangkan lagi duduk berdua sama orang tersayang, menikmati sore yang indah.

 

Ada juga lirik yang bikin ketawa, "A living colour came from under a rock and said, 'Could you kindly remove that mad hat? I'm trying to get some sleep down here'". Liriknya konyol, tapi justru itu yang bikin lagu ini terasa humanis dan tidak dibuat-buat.

 

Lirik favorit saya sih yang ini: "I'd like to freeze that moment in time And wrap it up in tinfoil, With little ribbons and tinsel and say, 'That was a happy day'". Rasanya pas banget sama perasaan saya waktu berhasil menemukan lagu ini lagi. 



Pelajaran dari Sebuah Pencarian

 

Lagu ini mengingatkan saya buat lebih menghargai hal-hal kecil yang bikin kita bahagia. Nggak perlu hal-hal besar, cukup secangkir kopi di pagi hari atau senyum dari orang yang kita sayang, itu sudah lebih dari cukup untuk bikin "a happy day".


Lebih baru Lebih lama