Jaman
sekarang, gampang banget buat mencari sesuatu di internet. Mau cari lirik lagu,
resep makanan, sampai tips buat ngurusin tanaman kaktus pun ada.
Tapi saya
punya cerita yang beda. Ada satu lagu yang saya cari-cari belasan tahun, lho!
Lagu ini bukan lagu yang hits di radio atau viral. Judulnya "Happy
Day", dari sebuah band Irlandia bernama Blink. Bukan Blink-182 ya, nanti
saya ceritakan kenapa.
Perjuangan Mencari MP3-nya
Dulu, waktu
saya masih SMP, pertama kali dengerin lagu ini. Entah kenapa langsung nyantol
di hati. Lagunya sederhana banget, cuma pakai dua chord. Tiap dengerin, rasanya
seneng, ceria, dan adem. Persis kayak judulnya, "Happy Day".
Sayangnya, jaman
itu internet belum secanggih sekarang. Mau cari MP3-nya susah banget. Saya cuma
bisa mengandalkan ingatan, mengingat nada dan liriknya yang sepotong-sepotong. Penasaran
banget, deh.
Tahun-tahun
berlalu, lagu "Happy Day" ini jadi semacam legenda pribadi buat saya.
Lagu yang cuma ada di ingatan. Saya sudah coba segala cara.
Mencari di
situs-situs download ilegal jaman dulu, nanya di MIRC (inget MIRC?), sampai cari
di forum-forum musik indie. Hasilnya sama aja: nol besar.
Sejarah Blink
Pernah satu
waktu, saya iseng-iseng googling. Dari situ, saya baru tahu tentang perseteruan
nama antara Blink yang asli dari Irlandia dengan Blink-182.
Blink dari Irlandia ini beranggotakan Dermot Lambert (guitar, vocals), Robbie Sexton (keyboards), Brian McLoughlin (bass), Barry Campbell (drums).
Ternyata, dulu
Mark, Tom, Scott (formasi awal Blink-182) pakai nama Blink aja. Terus, Blink
yang dari Irlandia ini protes karena mereka sudah pakai nama itu duluan.
Akhirnya,
Blink yang dari Amerika nambahin angka "182" di belakangnya. Nah,
Blink-182 ini yang akhirnya jadi lebih terkenal.
Band yang
bikin saya jatuh hati sama "Happy Day" ini malah jadi kurang dikenal.
Miris ya? Tapi, kisah ini justru bikin saya makin semangat nyarinya. Saya harus
nemuin "Happy Day"!
Bertemu Larissa
Perjalanan
saya mencari lagu ini akhirnya berakhir manis. Setelah bertahun-tahun, saya
nemu sebuah blog bernama condemnedtorocknroll.blogspot.com. Tampilannya jadul
banget, isinya cuma review-review album lawas.
Saya coba
telusuri, dan akhirnya nemu sebuah postingan tentang "Happy Day"! Si
pemilik blog yang namanya Larissa, baik hati banget memberikan link buat download
lagunya.
Akhirnya
setelah belasan tahun, saya bisa dengar lagu itu lagi. Rasanya campur aduk. Senang,
haru, lega. Semuanya persis seperti yang saya ingat.
Cerita Lagunya
Lagu ini menceritakan
tentang momen-momen kecil yang bikin kita senang. "Carrot cake in the
afternoon, And the sun in gleaming through the cream on the spoon".
Liriknya bikin saya membayangkan lagi duduk berdua sama orang tersayang, menikmati
sore yang indah.
Ada juga lirik
yang bikin ketawa, "A living colour came from under a rock and said,
'Could you kindly remove that mad hat? I'm trying to get some sleep down
here'". Liriknya konyol, tapi justru itu yang bikin lagu ini terasa humanis
dan tidak dibuat-buat.
Lirik favorit
saya sih yang ini: "I'd like to freeze that moment in time And wrap it up
in tinfoil, With little ribbons and tinsel and say, 'That was a happy
day'". Rasanya pas banget sama perasaan saya waktu berhasil menemukan lagu
ini lagi.
Pelajaran dari Sebuah Pencarian
Lagu ini mengingatkan
saya buat lebih menghargai hal-hal kecil yang bikin kita bahagia. Nggak perlu
hal-hal besar, cukup secangkir kopi di pagi hari atau senyum dari orang yang
kita sayang, itu sudah lebih dari cukup untuk bikin "a happy day".