Babak Baru Industri Gitar: Fender Klaim Hak Cipta Mutlak Bodi Stratocaster



Fender baru saja mengirim surat peringatan ke berbagai pembuat gitar di Amerika Serikat dan Eropa. Isinya tidak main-main: mereka meminta semua produsen stop bikin gitar model Stratocaster, menarik semua produk yang sudah terjual di pasar, lalu menghancurkannya.

Dasar hukum yang mereka pakai lahir di awal tahun 2026, Fender memenangkan kasus hak cipta di pengadilan regional Dusseldorf, Jerman.

Kasus ini awalnya membidik sebuah perusahaan asal China bernama Yu Philharmonic Musical Instruments. Perusahaan ini menjual tiruan Stratocaster yang sangat mirip di AliExpress dengan harga super murah. Pengadilan Jerman menyatakan bahwa bentuk bodi Stratocaster adalah karya kreatif orisinal yang dilindungi di bawah hukum Jerman dan Uni Eropa.

Gerakan Tuntutan Massal

Penasihat hukum utama Fender, Arash Daruti, menyebut putusan ini sebagai penegasan penting bahwa Stratocaster adalah karya kreatif yang orisinal. Setelah itu, Fender menyerahkan putusan tersebut ke firma hukum mereka untuk dieksekusi.

Surat-surat tuntutan pun mulai dikirim. Anehnya, targetnya bukan lagi penjual di AliExpress atau gudang pemalsu di luar negeri, melainkan para pembuat gitar di Amerika dan Eropa.

Tuntutan Fender mencakup tiga hal mendasar:

  • Segera stop semua proses produksi, pemasaran, dan penjualan gitar model S-style (Stratocaster).
  • Tarik setiap gitar S-style yang pernah terjual dan beredar di wilayah Uni Eropa.
  • Musnahkan semua gitar yang berhasil ditarik tersebut.

Perusahaan pertama yang mengaku secara terbuka menerima surat ini adalah LSL Instruments. Mereka adalah produsen skala kecil di Amerika. Mereka jelas tidak punya anggaran hukum raksasa untuk melawan korporasi sebesar Fender Musical Instruments Corporation.

Dalam pernyataan resminya, LSL mengingatkan satu hal yang menjadi akar masalah dari seluruh perdebatan ini: Leo Fender (pencipta merek Fender) tidak pernah mendaftarkan hak cipta untuk bentuk bodi Stratocaster.

FYI, dalam dunia manufaktur gitar, bentuk bodi yang sama boleh dipakai siapa saja. Yang tidak boleh sama adalah bagian headstock (kepala gitar).

Selama 70 tahun, seluruh industri gitar berkembang di atas fondasi bentuk bodi Stratocaster tanpa ada keberatan berarti dari Fender.

LSL Guitar

Lima Dekade Pembiaran

Pembuat gitar di Jepang sudah memproduksi gitar gaya Stratocaster sebanyak ribuan unit sepanjang tahun 1970-an. Merek-merek seperti Greco, Tokai, dan Fernandes sudah membuat gitar model Stratocaster yang kadang sulit dibedakan dari Stratocaster milik Fender.

Lalu masuk ke era Super Strat di tahun 1980-an yang digerakkan oleh Ibanez, Jackson, dan Charvel semuanya dibangun hampir sepenuhnya di atas template bodi Stratocaster.

Fender melihat semua itu terjadi di depan mata mereka. Mereka tidak mengirim surat peringatan atau mengajukan gugatan hukum atas bentuk bodi tersebut.

Selama lima puluh tahun, Fender seolah memberi tahu dunia bahwa bodi S-style adalah bentuk yang bebas dipakai. Tapi sekarang, di tahun 2026 mereka mendadak menginginkannya kembali.

LSL bukan satu-satunya korban. Banyak pembuat gitar di AS menerima surat serupa. Beberapa merek yang sekarang sedang memantau situasi ini dengan cemas antara lain PRS, Suhr, Ibanez, Schecter, Harley Benton, Anderson Guitar Works, dan Yamaha.

Strategi Hukum yang Berisiko

Di sinilah letak ironisnya. Pada 2009, Fender berusaha mendaftarkan merek dagang (trademark) untuk bentuk bodi Stratocaster, Telecaster, dan Precision Bass di Amerika Serikat.

Badan Banding dan Uji Merek Dagang (TTAB) menolaknya. Alasan mereka sangat telak: bentuk bodi Stratocaster sudah ditiru begitu luas dan begitu lama hingga bentuk itu telah menjadi representasi generik dari sebuah gitar listrik.

Satu pengadilan bahkan menggambarkan siluet Strat sebagai sesuatu yang sangat umum, semacam simbol visual universal untuk kata "gitar listrik" itu sendiri.

Sekarang, Fender mencoba jalur hak cipta (copyright), bukan merek dagang. Ini memang jalur hukum yang berbeda, tetapi masalah dasarnya tetap sama.

Membiarkan produsen lain meniru desain Stratocaster selama tujuh dekade tanpa tindakan nyata tidak akan memperkuat klaim kepemilikan Fender; itu justru menghancurkannya.

Setiap tahun yang dibiarkan Fender bagi pertumbuhan gitar S-style di industri adalah amunisi yang akan dipakai pengacara lawan di pengadilan saat ada perusahaan besar yang memutuskan untuk melawan balik. Dan momen perlawanan itu tampaknya mulai mendekat.

Laporan yang beredar menunjukkan bahwa produsen-produsen besar yang terdampak mulai merapatkan barisan untuk menyusun respons balasan.

Jika aliansi ini berjalan, Fender akan menghadapi situasi yang jauh berbeda dibanding saat di Dusseldorf. Mereka akan berada di satu ruangan dengan pengacara-pengacara yang akan berargumen bahwa pembiaran selama 70 tahun adalah bentuk pelepasan hak (abandonment), dan yang paling penting: mereka punya uang untuk membiayai perang hukum ini sampai selesai.

Reaksi Komunitas Gitaris

Komunitas gitaris, yang merupakan basis konsumen Fender sendiri, merespons tuntutan ini dengan kemarahan dan rasa tidak percaya. Banyak pecinta Fender yang menyatakan secara terbuka bahwa mereka tidak akan lagi membeli instrumen baru dari perusahaan tersebut.

Gitaris yang telah menghabiskan puluhan tahun membeli gitar, suku cadang, dan aksesori Fender mulai berpaling. Para dealer resmi pun memantau situasi ini dengan sangat hati-hati; mereka irit bicara di depan publik, tetapi sangat vokal dalam diskusi tertutup.

Hal yang paling merugikan bagi Fender di sini sebenarnya bukan risiko kalah di pengadilan, melainkan hancurnya persepsi publik.

Stratocaster menjadi bentuk bodi gitar yang paling banyak ditiru dalam sejarah karena para musisi menyukainya, dan para produsen gitar senang membangunnya. Seluruh ekosistem kultur gitar listrik berputar di sekeliling bentuk bodi ini selama 70 tahun.

Mereka semua ini bukan musuh Fender. Mereka adalah pihak-pihak yang menjaga desain Stratocaster tetap relevan di zaman modern. Dan sekarang, Fender malah mengarahkan tim hukum mereka ke orang-orang ini.

Dampak Jangka Panjang bagi Industri

Hasil dari pertarungan hukum ini akan mengubah lanskap industri gitar. Jika Fender menang dan berhasil menegakkan hak cipta absolut atas bodi S-style, hal itu akan mengubah peta produksi dan penjualan gitar di seluruh dunia. Produsen tidak bisa lagi sembarangan membuat gitar dengan bodi Stratocaster tersebut.

Namun jika Fender kalah, mereka akan tercatat telah membuang sumber daya yang sangat besar, membakar hubungan baik dengan konsumen, dan tidak mendapatkan apa-apa di akhir cerita.

Satu hal terakhir yang perlu kita ingat sebagai gitaris: Leo Fender sendiri tidak pernah pelit atau posesif soal kepemilikan mutlak atas bentuk desainnya. Dia adalah seorang inovator yang hanya ingin ide-idenya lahir, dipakai, dan hidup di dunia nyata. (*)

Lebih baru Lebih lama