Anti Iklan Tapi Malah Daftar Google Adsense

iklan di browser

Sebagai orang yang tiap hari pasti browsing, entah itu buat baca berita, cari referensi tulisan, atau cuma sekadar cuci mata, kenyamanan itu nomor satu. Makanya sudah lama saya pasang sekaligus dua alat penolak iklan di browser: uBlock Origin dan AdGuard.

Hasilnya luar biasa bersih. Internet rasanya jadi tempat yang jauh lebih tenang. Nggak ada lagi pop-up yang tiba-tiba nutupin layar, nggak ada video yang harus ditunggu lima detik cuma buat cari tombol skip, dan yang paling penting, halaman web jadi kebuka jauh lebih cepat. Fokus saya nggak pecah.

Tapi, nah ini dia masalahnya. Di sisi lain, saya ini juga seorang blogger. Belum lama ini, saya memberanikan diri buat daftar Google Adsense. Harapannya ya standar saja, pengen supaya hobi nulis ini bisa menghasilkan sedikit uang tambahan.

Di sinilah letak ironinya. Saya pakai penghalang iklan supaya nggak perlu lihat iklan orang lain, tapi saya malah pasang iklan di rumah sendiri dan berharap orang lain melihatnya.

Kontradiksi Antara Kenyamanan dan Kebutuhan

Kalau dipikir-pikir pakai logika sederhana, ini kan sebenarnya agak lucu. Saya menganggap iklan itu sebagai gangguan, sesuatu yang merusak pengalaman browsing, makanya saya blokir habis-habisan.

Tapi saya ingin orang lain mengalami "gangguan" itu di blog saya supaya saya bisa dapat recehan dari klik atau tayangan mereka.

Pertanyaannya, apakah tindakan saya ini bisa dibilang munafik atau mungkin saya cuma terlalu naif dalam memandang cara kerja Internet zaman sekarang?

Di satu sisi, saya merasa punya hak buat melindungi privasi dan kenyamanan mata saya sendiri. Data pribadi kita kan sering diambil lewat tracker iklan, dan uBlock atau AdGuard itu fungsinya bukan cuma buat menghilangkan iklan, tapi juga buat keamanan.

ublock

Namun di sisi lain, saya tahu betul kalau banyak kreator konten, termasuk saya nanti kalau Adsense-nya diterima, hidup dari pendapatan itu.

Kalau semua orang pasang pemblokir iklan dengan ketat, ya otomatis ekosistem ekonomi konten gratisan ini bakal runtuh. 

Dilema Moral Seorang Pemilik Blog

Waktu saya lagi setting-setting iklan buat blog, saya sempat berhenti sebentar. Saya lihat tampilan blog saya yang tadinya bersih dan minimalis, terus saya bayangkan nanti bakal ada kotak-kotak iklan yang muncul di sela-sela tulisan. Ada perasaan nggak enak. Saya tahu rasanya terganggu sama iklan, tapi saya malah "menjual" ruang di blog saya buat itu.

Mungkin ini yang namanya dilema modern. Kita ingin semuanya serba gratis. Kita ingin baca artikel bagus tanpa bayar langganan, kita ingin nonton video tutorial tanpa keluar duit.

Tapi kita juga lupa kalau yang bikin konten itu butuh bayar server, butuh beli kopi buat nemenin nulis, atau sekadar butuh apresiasi dalam bentuk uang.

Cara paling gampang buat dapat uang di internet ya memang lewat iklan. Belum banyak orang yang mau donasi langsung atau langganan konten berbayar, apalagi di Indonesia.

Jadi iklan tetap pilihan utama. Tapi ya itu tadi, saya sendiri saja nggak mau lihat iklan. Bagaimana saya bisa berharap orang lain mau melihat iklan saya?

Mencari Jalan Tengah yang Masuk Akal

Sebenarnya ada pemikiran yang mencoba mendamaikan dua hal ini. Mungkin masalahnya bukan pada iklannya, tapi pada cara iklan itu disajikan.

Alasan kenapa saya pakai penghalang iklan itu kan karena banyak iklan yang nggak tahu diri. Iklan yang nutupin seluruh konten, iklan yang suaranya tiba-tiba kencang sendiri, atau iklan yang isinya penipuan. Itu yang bikin muak.

Kalau seandainya iklan itu sopan, nggak berat, dan relevan, mungkin saya nggak bakal sekejam itu memblokir semuanya.

Kalau nanti blog saya sudah ada iklannya, saya harus pastikan penempatannya nggak bikin orang emosi. Saya nggak mau pengunjung blog saya merasa perlu pasang Adguard cuma gara-gara buka situs saya.

Tapi tetap saja, ini tidak menjawab pertanyaan utama soal kemunafikan tadi. Secara teknis, saya tetap memutus jalur rezeki orang lain lewat alat pemblokir saya, sementara saya minta jalur rezeki saya dibuka lebar-lebar lewat Adsense.

Apakah Kita Semua Memang Begini?

Kayaknya ini bukan cuma masalah saya pribadi. Hampir semua orang di internet punya pola pikir yang mirip. Kita ingin proteksi maksimal buat diri sendiri, tapi kita juga ingin keuntungan maksimal dari orang lain.

Mungkin ini bagian dari adaptasi kita di dunia digital. Kita berusaha bertahan hidup di tengah gempuran informasi dan kapitalisme internet yang makin agresif.

Memakai Adblocker adalah cara kita bertahan dari polusi visual, sementara daftar Adsense adalah cara kita mencoba bertahan secara ekonomi. Dua-duanya dilakukan atas dasar bertahan hidup, walaupun kalau dilihat dari jauh memang kelihatan sangat kontradiktif.

Saya belum punya jawaban yang benar-benar mantap soal ini. Sampai sekarang, uBlock masih nyala, dan status pendaftaran Adsense masih saya tunggu kabarnya tiap hari.

Saya akan matikan pemblokir iklan di situs-situs yang memang saya suka kontennya. Sebuah langkah awal yang lebih adil daripada cuma jadi parasit yang maunya untung sendiri. (*)

Lebih baru Lebih lama